Blogger Layouts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts

Friday, May 6, 2011

Kisi-kisi UTS Sosiologi

1. Pemahaman sosiologi
Sejarah munculnya Sosiologi
– Revolusi Perancis 1780
– Revolusi industri di Eropa
– Agama tidak lagi dpt menjawab perubahan sosial

2. Teori-teori sosiologi
- AUGUSTE COMTE:

D Bapak sosiologi.

D Nama sosiologi --> statistika dan dinamika social.

D Mengembangkan filsafat positif

Tahap pemikiran :
• religius (teologis), diarahkan oleh nilai-nilai alami, ke Tuhan (supernatural)

• metafisis, peralihan di mana kepercayaan terhadap unsur adikodrati digeser oleh prinsip-prinsip abstrak yang berperan sebagai dasar perkembangan budaya

• positifistis, di mana masyarakat didukung oleh prinsip-prinsip ilmu pengetahuan (empiris)

- KARL MARX
Filsuf, ekonom politis, sejarawan, ahli teori politik, sosiolog, sosialis revolusioner (Jerman)
Teori Marxism
The Communist Manifesto, Das Kapital

Kapitalisme: Sistem produksi yg memproduksi barang dan jasa bagi konsumen skala luas/besar.
Kapital (uang, mesin, pabkrik) --> investasi atau asset. Buruh pabrik: pekerja bukan pemilik (proletar)

Pertumbuhan pabrik & produksi industri --> ketidakseimbangan kapital & perjuangan kelas.

Kapitalisme menimbulkan perjuangan kelas karena hub. yg eksploitatif antara kaum borjuis dan proletar.

- E. DURKHEIM
Karya:
1. The rules of sociological method
2. Suicide
3. The elementary forms of religius life

Latar belakang
perubahan masyarakat --> abad pertengahan; revolusi Perancis
Pandangan social sosiologi:
- harus empiris, bebas dari filsafat
- bebas dari psikologi
- objek fakta social
Fakta social:
Sifat: umum, eksternal, memaksa
Macam:
- material (eksternal world) aksitektur, hukum dll bisa diobservasi
- non-material: fenomena inter-subyektif muncul dari kesadaran manusia.
Solidaritas sosial
mekanis: dijumpai pada masyarakat yang masih sederhana laksana kohesi antara benda-benda mati
organis: dijumpai pada masyarakat yang kompleks laksana kohesi antara organ hidup

- WEBER
Karya:
The Protestant Ethic and The Spirit of capitalism

kapitalisme modern yg berbeda bentuk organisasi social sebelumnya yi pengaruh ajaran Kalvinis yg mengharuskan umatnya untuk menjadikan dunia tempat yg makmur – segala sesuatu hanya dicapai dengan kerja keras, mewajibkan hidup sederhana dan tidak berfoya-foya.

Latar belakang: Perubahan Sosial
– Kapitalisme
– Birokratisasi
Pandangan sosio:
Sosiologi: pelajari tindakan sosial (behavior/perilaku) & hubungan sosial
Tindakan Sosial: tujuan (makna-subjektif) diarahkan kepada orang lain; berkaitan dengan benda-benda.

Rasionalitas
4 macam tindakan:

1. Rasionalitas instrumental. Pertimbangan tujuan dan pilihan sadar atas pertimbangan. Mis. Kuliah,

2. Rasionalitas berorientasi nilai. Mis. Beribadah

3. Tindakan afektif. Perasaan atau emosi tanpa perencanaan sadar, sifat spontan.

4. Tindakan tradisional tindakan karena kebiasaan yg diperoleh dari nenek moyang, tanpa perencanaan

Metode VERSTEHEN
Kemampuan untuk berempati atau kemampuan untuk menempatkan diri dalam kerangka berfikir orang lain yg perilakunya mau dijelaskan dan situasi serta tujuan-tujuannya mau dilihat menurut perspektif itu.

3. Tiga perspektif untuk analisis permasalahan social

FUNGSI MANIFES: fungsi-fungsi yang diakui dan mempunyai konsekuensi yang diinginkan

FUNGSI LATEN: fungsi-fungsi yang tidak diakui dan mempunyai konsekuensi yang tidak diharapkan atau diinginkan.

DISFUNGSIONAL: kegiatan yg mendatangkan akibat yg negatif bagi sistem.
4. a. Sosialisasi sosial
- teori
Jadi, keseluruhan kebiasaan yang dipunyai manusia – di bidang ekonomi, kekeluargaan, pendidikan, agama, politik, dsb – harus dipelajari oleh setiap anggota baru suatu masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan SOSIALISASI.

Definisi Sosialisasi (Menurut Berger):
“ a process by which a child learns to be a participant member of societ”

- agen sosialnya
Keluarga, teman, sekolah, media massa, agen2 formal dan informal lainnya

b. interaksi sosial
c. institusi sosial
- fungsi pendidikan
(Menurut Talcott Parson) Parson beragumen bahwa fungsi utama edukasi adalah untuk menanamkan nilai untuk menghargai diri sendiri. Nilai ini dianggap penting untuk masyarakat industri karena terjadi perubahan pembelajaran dari particularistic standard yang didapat dari keluarga menjadi universal standard yang dibutuhkan di masyarakat modern.
5. kelas, stratifikasi, ketimpangan sosial
- mobilitas sosial
Pergerakan naik atau turun individual / kelompok dalam hierarki social.
Mobilitas sosial mungkin terjadi pada masyarakat dengan sistem stratifikasi terbuka (status orang bisa diubah).

Mobilitas Intragenerasi
Mobilitas sosial yang dialami seseorang semasa hidupnya.

Contoh : dari guru ke kepala sekolah

Mobilitas antargenerasi
Perbedaan status yang dicapai sesorang dengan status orangtuanya.

Contoh : orangtua pedagang kaki lima, anaknya manajer

- gender
Gender berbeda dengan jenis kelamin
Jenis kelamin dilihat dari perbedaan biologis orang yang satu dengan orang yang lain

Sedangkan Gender dapat dilihat dari :
Perbedaan psikologis, sosial, dan budaya (Giddens)
Perbedaan yang dikonstrusikan secara sosial ( Moore dan Sinclair)
Perbedaan budaya, perilaku, kegiatan, sikap ( Macionis)
Perbedaan perilaku ( Horton dan Hunt)
Perbedaan pengetahuan dan kesadaran (Lasswell) dan Laswell)
Gender dan Stratifikasi
• Menurut Macionis stratifikasi gender adalah distribusi kekayaan, kekuatan, dan hak istimewa yang tidak merata antara laki- laki dan perempuan
• Adanya stratifikasi gender memunculnya gerakan feminisme
Gender dan Pendidikan
• Terdapat nilai- nilai dalam masyarakat yang membatasi perempuan dalam pendidikan, contohnya : anggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi- tinggi karena akhirnya akan ke dapur juga
Gender dan Pekerjaan
• Adanya diskriminasi terhadap perempuan dan orang hamil.
• Misalnya terhadap perempuan adalah melarang mereka bekerja di ranah publik
• Pada orang hamil terdapat penolakan untuk mempekerjannya dan pemutusan hubungan kerja
• Segregasi Vertikal
Jenjang yang rendah dalam organisasi
Terdapat pembatas yang menghalangi mobilitas kaum perempuan ke jenjang yang lebih tinggi
Contoh : pramuniaga, pramusaji, cleaning service, pengasuh anak, dll
• Segregasi Horizontal
Perempuan terkonsentrasi pada pekerjaan yang berbeda dari laki-laki

KISI-KISI UTS Sosiologi

- macam" interaksi sosial
1. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.

-bentuk" interaksi sosial
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
a. Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
b. Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
c. Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d. Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari
kebudayaan itu sendiri.

Bentuk Interaksi sosial menurut jumlah pelakunya .
A. Interaksi antara individu dan individu
Individu yang satu memberikan pengaruh , rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya . Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk b...erjabat tangan , saling menegur , bercakap – cakap \ mungkin bertengkar .
B. Interaksi antara individu dan kelompok
Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok : Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak . Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
C. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok
Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain .

Bentuk Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya .
Imitasi: Imitasi adalah pembentukan nilai melalui dengan meniru cara- cara orang lain. Contoh : Seorang anak sering kali meniru kebiasan – kebiasan orang tuanya .

Identifikasi: Identifikasi adalah menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang ditirunya . Contoh : Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayah nya .

Sugesti: Sugesti dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok . Kelompok kepada kelompok kepada seorang individu . Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan terlibat “ Kenalan Remaja “ . Tanpa memikirkan akibatnya kelak

Motivasi: Motivasi juga diberikan dari seorang individu kepada kelompok.Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab .

Simpati: Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang / kelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat –saat khusus. Misalnya apabila perasaan simpati itu timbul dari seorang perjaka terhadap seorang gadis / sebaliknya kelak akan menimbulkan perasaan cinta kasih / kasih saying.

Empati: Empati itu dibarengi perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita, maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka.

2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan atau konflik, seperti :
a. Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
b. Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c. Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.

C. teori"
- teori Peran
- teori interaksi simbolik.

tentang teori peran:
Robert Linton (1936), seorang antropolog, telah mengembangkan Teori Peran. Teori Peran menggambarkan interaksi sosial dalam terminologi aktor-aktor yang bermain sesuai dengan apa-apa yang ditetapkan oleh budaya. Sesuai d...engan teori ini, harapan-harapan peran merupakan pemahaman bersama yang menuntun kita untuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut teori ini, seseorang yang mempunyai peran tertentu misalnya sebagai dokter, mahasiswa, orang tua, wanita, dan lain sebagainya, diharapkan agar seseorang tadi berperilaku sesuai dengan peran tersebut. Mengapa seseorang mengobati orang lain, karena dia adalah seorang dokter. Jadi karena statusnya adalah dokter maka dia harus mengobati pasien yang datang kepadanya. Perilaku ditentukan oleh peran sosial. Kemudian, sosiolog yang bernama Glen Elder (1975) membantu memperluas penggunaan teori peran.

1. Tiga perspektif untuk analisis permasalahan sosial
Perspektif Fungsional
– Pentingnya struktur dalam masyarakat
...– Issu stabilitas dan solidaritas
– Kontribusi, institusi menciptakan kesinambungan sebuah masyarakat
– Skala makro
– Sosial order (tatanan/keteraturan sosial) terpelihara melalui kooperasi dan konsensus
– Tokoh: Comte & Durkheim

Perspektif konflik
– Pentingnya struktur dalam masyarakat
– Kekuasaan, ketidakadilan dan perjuangan
– Tekanan antara kelompok yang beruntung/dominan pada yang tidak beruntung/minoritas
– Skala makro
– Sosial order terpelihara melalui kekuatan dan coercion (tekanan)
– Tokoh: Karl Marx & Ralf Dahrendorf

Perspektif Tindkan Sosial
– Tindakan dan interaksi anggota masyarakat membentuk struktur
– Kekuatan individu dan interaksi sosial
– Aktor individu mengorientasi dirinya satu sama lain dan masyarakat
– Skala mikro
– Sosial order terpelihara oleh saling memberikan pemahaman perilaku sehari-hari
– Tokoh: Weber, George H. Mead

eh bukannya ada perbedaan antara fungsionalis sm teori konflik yah?Teori konflik melihat bahwa di dalam masyarakat tidak akan selamanya berada pada keteraturan. Buktinya dalam masyarakat manapun pasti pernah mengalami konflik-konflik atau k...etegangan-ketegangan. Kemudian teori konflik juga melihat adanya dominasi, koersi, dan kekuasaan dalam masyarakat. Teori konflik juga membicarakan mengenai otoritas yang berbeda-beda. Otoritas yang berbeda-beda ini menghasilkan superordinasi dan subordinasi. Perbedaan antara superordinasi dan subordinasi dapat menimbulkan konflik karena adanya perbedaan kepentingan.
Teori konflik juga mengatakan bahwa konflik itu perlu agar terciptanya perubahan sosial.

Mobilitas sosial: perpindahan individu atau kelompok sosial ke lapisan sosial lain, sehingga individu/klompok tsb memiliki peran dan atau status sosial yang berbeda juga.

Mobilitas ...dibagi 4 (Naik, turun, lateral, struktural):
1. Naik: Kelas sosialnya naik (miskin jd kaya)
2. Turun: Kelas sosialnya turun (kaya jd miskin)
3. Lateral: Perpindahan scr geografis (pindah tempat) jd status sosial/peran juga berubah. Mis: org jakarta pindah ke solo. Di jakarta dia terkenal dan punya jabatan, stlh pindah ke solo ketemu org baru yg sama skali belum kenal.
4. Struktural: pindah kelas sosial akibat perkembangan zaman, kebijakan negara, perang, dsb yang mengakibatkan perbedaan peran atau kelas sosial secara kolektif. Mis: Indonesia jadi negara maju, bukan negara berkembang lagi. Status sosial masyarakat indonesia terangkat.