Blogger Layouts
Showing posts with label Psikologi Perkembangan II. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Perkembangan II. Show all posts

Friday, May 6, 2011

PERUBAHAN PERKEMBANGAN FISIK PADA DEWASA MUDA

MicrosoftInternetExplorer4

Latar Belakang

Pada tahun 1960, banyak masyarakat di perkotaan besar yang masih mempedulikan kesehatan mereka. Mereka sering melakukan aktivitas yang berguna untuk melatih fisik mereka seperti berenang, berjalan, berlari, bersepeda dan masih banyak lagi. Aktivitas tersebut dilakukannya pada saat mereka memiliki waktu luang dan tanpa paksaan dari siapapun, termasuk lingkungan. Pada saat itu, mereka tidak mempedulikan tuntutan lingkungan yang mengharuskan mereka kurus atau mungkin gendut.

Seiring berjalannya waktu, belakangan ini banyak masyarakat khususnya dewasa muda di perkotaan besar seperti Jakarta yang sudah tidak melakukan aktivitas fisik tersebut. Mereka tidak lagi peduli akan kesehatan. Mereka memulai hidup dengan mengonsumsi makanan cepat saji, menonton televisi saat waktu luang, jarang berolah raga dan berusaha untuk mengikuti perkembangan jaman yang menuntut agar seseorang harus kurus supaya sesuai dengan pandangan masyarakat mengenai body image yang ideal.

Dengan kebiasaan para dewasa muda yang sudah mulai bergeser tersebut, kelompok memilih topik ini untuk dibahas karena kelompok prihatin terhadap masalah kesehatan yang sudah mulai terabaikan. Meskipun banyak dari mereka yang sudah mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan, namun tidak sedikit dari mereka yang mengabaikan hal tersebut. Mereka tetap mementingkan body image yang terlihat secara fisik dibandingkan dengan kesehatan. Pada akhirnya mereka akan melakukan diet secara terus menerus sampai mendapatkan berat badan yang diingini.

Diet mempunyai dua jenis, yaitu diet seimbang dan diet tidak seimbang. Banyak dewasa muda belakangan ini yang melakukan diet yang tidak seimbang. Diet tidak seimbang yang dimaksud adalah ketika seseorang menjalani diet yang berlebihan. Diet berlebihan tersebut dapat diukur dari perubahan pola makan. Apabila seseorang dengan sendirinya mengganti makanan ringan menjadi makanan pokok sehari-hari, takut mengonsumsi segala makanan demi menjaga tubuh, diet tersebut dapat dikatakan menjadi tidak seimbang. Sebaliknya, diet yang seimbang adalah diet yang dilakukan oleh seseorang secara normal. Orang yang melakukan diet yang seimbang memiliki tujuan untuk mengurangi berat badan agar badan merasa lebih bugar dari sebelumnya, bukan agar badan lebih sesuai dengan body image. Diet seimbang juga berarti mengurangi porsi makan dan bukan mengganti porsi makan. Apabila diet seimbang dilakukan, seseorang harus melakukannya dengan berolah raga secara teratur.

Selain melakukan diet, dewasa muda juga ada yang tidak peduli dengan penampilan. Mereka hanya bermalas-malasan ketika ada waktu luang. Olah raga pun jarang sekali dilakukannya. Mereka lebih memilih untuk diam di depan komputer atau menonton televisi sambil makan kentang goreng atau cemilan lainnya. Gaya hidup mereka yang serba ingin praktis membuat mereka lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan harus memasak sendiri. Hal ini membuat sebagian dewasa muda mengalami obesitas. Obesitas yang terjadi pada dewasa muda dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan masih banyak lagi.

Dari diet dan obesitas di atas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh dewasa muda untuk melakukan diet dan menghindari obesitas. Caranya dengan berolah raga. Meskipun banyak dari dewasa muda yang malas berolah raga, namun berolah raga dapat mengatasi diet dan obesitas. Selain itu, telah disebutkan bahwa diet yang sehat harus disertai dengan berolah raga. Orang yang obesitas juga harus berolah raga agar tidak terkena penyakit yang membahayakan tubuh. Dari fakta yang sudah ada, sangat disayangkan belakangan ini jarang sekali dewasa muda yang terlihat bersemangat untuk berolah raga. Mereka lebih banyak di mall dan pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota. Padahal banyak sekali pilihan untuk berolah raga seperti fitness, bejalan, berlari, bersepeda, dan berenang.

Landasan Teori

Kelompok memilih Chapter 13 (Physical and Cognitive Development in Early Adulthood) dengan topik “Physical Development” dan berfokus pada bahasan mengenai kesehatan, obesitas, diet, dan olahraga. Kelompok mengutip teori-teori yang ada pada pembahasan dalam buku “Life Span Development” (Santrock, 2009)

Pada pembahasan mengenai kesehatan, kelompok mengetahui bahwa dewasa muda memiliki tingkat kematian dua kali lebih tinggi dibanding remaja (Santrock, 2003). Tingkat kematian yang lebih tinggi tersebut terjadi terutama pada laki-laki. Akan tetapo, walaupun para dewasa muda memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan para remaja, dewasa muda mempunyai lebih sedikit masalah tentang penyakit kronis, demam, dan penyakit pernafasan dibandingkan ketika mereka masih kecil (Santrock, 2009). Para dewasa muda memiliki tingkat daya tahan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan saat mereka masih kecil.

Menurut Alder & Higbee (dalam Santrock, 2009), walaupun kebanyakan dewasa muda telah mendapatkan informasi-informasi apa saja yang dapat mencegah penyakit dan mendukung kesehatan, mereka tidak terlalu memperdulikan hal tersebut dengan baik. Berdasarkan suatu penelitian jangka panjang, kebiasaan buruk yang dijalani pada masa remaja membawa dampak buruk di masa mendatang. Meskipun hal ini sudah mereka ketahui, beberapa orang menghentikan cara berpikirnya mengenai gaya hidup mereka saat ini yang dapat berpengaruh pada masa yang akan datang (Cousineau, Goldstein, & Franco, 2005).

Kesehatan pada dewasa muda dapat diperbaiki dengan cara mengurangi hal-hal yang dapat merusak kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup (Robbins, Powers, & Burgess, 2008; Teague & others, 2009). Misalnya, meningkatkan kualitas gaya hidup dengan memperbaiki kebiasaan makan, tidak makan secara berlebih, olahraga secara teratur, dan tidak menggunakan obat-obatan.

Pada dewasa muda, masalah makan dan berat badan telah menjadi suatu hal yang mendapat perhatian. Kebiasaan makan yang berlebih mempengaruhi berat badan seseorang dan cenderung menyebabkan kelebihan berat badan (overweight), bahkan terjadi obesitas. Obesitas merupakan suatu masalah yang serius dan dapat menembus kesehatan banyak individu (Corbin & others, 2008; Hahn, Payne, & Lucas 2009). Obesitas memiliki kaitan pada resiko peningkatan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung (Hahn, Payne, & Lucas, 2008). Obesitas dipengaruhi beberapa faktor, seperti faktor keturunan, kadar leptip, set point, dan pengaruh lingkungan. Faktor lingkungan mempunyai pengaruh paling penting. Faktor lingkungan lebih mengarah pada budaya, seperti budaya yang mengatakan bahwa perempuan kelebihan berat badan dianggap bagus karena berarti mereka kaya dan mampu membeli makanan. Kadar leptin seseorang dapat mempengaruhi seseorang kelebihan berat badan. Apabila seseorang memiliki kadar leptin yang banyak, maka orang tersebut dapat terhindar dari kelebihan berat badan. Faktor keturunan juga dapat mempengaruhi seseorang kelebihan berat badan. Contohnya seperti anak kembar yang terpisah jauh dapat memiliki berat yang hampir sama meskipun berada di lingkungan yang berbeda.

Dalam mengatasai masalah kelebihan berat badan tersebut, banyak dewasa muda yang berusaha melakukan program diet. Akan tetapi menurut penelitian di Amerika, hanya sedikit dewasa muda yang berhasil menjalankan dan mempertahankan program diet tersebut. Sebagian besar orang yang menjalankan diet tersebut merasa sulit menurunkan berat badan. Menurut Fahey, Insel & Roth (dalam Santrock, 2009), salah satu program yang paling efektif untuk mengurangi berat badan adalah dengan olahraga. Hal ini disebabkan, walaupun diet dapat mengurangi berat badan, diet memiliki resiko pada beberapa masalah kesehatan lainnya bagi orang yang menjalani diet (Cunningham & Hyson, 2006). Di sisi lain, ketika orang dengan kelebihan berat badan menjalankan diet dan mempertahankan kurangnya berat badan, mereka dapat mengurangi depresi dan mengurangi sejumlah gangguan yang merusak kesehatan (Daubenmeir & others, 2007; Mensah & Brown, 2007). Berdasarkan dua argumen tersebut, dapat disimpulkan bahwa diet dapat membawa dampak positif jika dilakukan dengan seimbang.

Selain mengurangi porsi makan, menurut Meadow (1989) diet yang seimbang juga harus disertai dengan olahraga yang cukup. Sayangnya belakangan ini banyak dewasa muda yang tidak melakukan olahraga yang cukup. Hal ini jelas terlihat berbeda dengan tahun 1961. Pada tahun 1961, Presiden John F. Kennedy mengatakan bahwa banyak orang yang pada saat itu melakukan kegiatan olahraga seperti jogging, bersepeda, berenang, latihan aerobik dan kegiatan-kegiatan lainnya yang melatih fisik. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan pada saat mereka sedang mempunyai waktu luang. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, belakangan ini banyak orang yang sudah tidak melakukan hal tersebut. Mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu luang di depan televisi dan memakan makanan cepat saji. Padahal menurut Edwin Lau (dalam “Healthy Express”) makanan cepat saji lebih sering disebut sebagai junk food atau makanan sampah.

Pada kenyataannya, latihan fisik sangat berguna untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka (Santrock, 2009). Menurut Djauzi (2009), latihan fisik mengurangi resiko seseorang untuk terkena penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lainnya. Sherwood, Light & Blumenthal (dalam Santrock, 2009) juga mengatakan bahwa latihan fisik dengan membakar 2000 kalori setiap minggunya dapat mengurangi efek seseorang terkena penyakit akibat merokok, tekanan darah tinggi, dan overweight. Selain menguntungkan untuk kesehatan fisik, kesehatan mental juga diuntungkan. Menurut Kirby (dalam Santrock, 2009), latihan fisik membuat seseorang dapat meningkatkan self-concept dan mengurangi perasaan depresi serta cemas.

Dengan fakta yang sudah ada di atas, sangat disayangkan bahwa penelitian menunjukkan hanya 1/5 dari early adulthood yang aktif melakukan aktivitas fisik. Early adulthood seharusnya meluangkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk melakukan aktivitas fisik. Pada tiga puluh menit tersebut early adulthood dapat melakukan aktivitas seperti berjalan kaki selama 45 menit, berlari selama 25 menit, atau menari aerobik selama 30 menit.

Daftar Pustaka

Djauzi, S. (2009). Raih Kembali Kesehatan. Jakarta: KOMPAS.

Meadow, M. (1989). MEMAHAMI ORANG LAIN, Meningkatkan Komunikasi dan Hubungan Baik dengan Orang Lain. Jakarta: Kanisius.

Santrock, J. (2003). Adolescence ‘Perkembangan Remaja’. Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. (2005). Life Span Development (12th ed.). New York: McGraw-Hill.

3 Idiots

Topik: Masa Dewasa Muda

Judul Film: 3 Idiots (Film Asia)

Resensi Film:

Film ini bercerita tentang persahabatan tiga mahasiswa teknik yang bernama Rancho, Farhan dan Raju. Sepuluh tahun setelah mereka bertiga lulus, Farhan dan Raju bersama-sama mencari Rancho yang setelah lulus menghilang. Dalam pencarian itu diceritakan secara flash back mengenai masa-masa saat mereka bertiga masih duduk di bangku kuliah.

Ketika mereka masih kuliah, Rancho menyadarkan kedua sahabatnya bahwa masa depan mereka tidak benar-benar tertulis dalam buku-buku teknik. Hal yang lebih penting justru mengikuti kata hati dan mengejar mimpi. Akan tetapi, rektor kampus mereka adalah orang yang ortodoks, kolot, keras kepala, dan tak punya belas kasihan. Rektor tersebut tidak memiliki pola pikir yang sama seperti tiga sekawan itu. Rektor mereka yang bernama Viru tidak menyukai ketiga mahasiswa tersebut. Alhasil, ia jadi musuh bersama. Viru merupakan rektor yang kejam. Banyak mahasiswa yang stres dan bunuh diri karena tekanan darinya. Viru juga dijuluki virus, karena terkenal killer. Hampir semua mahasiswa takut tidak lulus apabila terlibat masalah dengannya. Ada seorang mahasiswa bernama Rancho yang bertindak sebaliknya. Ia berani melawan sistem pengajaran yang ditetapkan Virus.

Virus mempunyai tiga orang anak. Anaknya yang laki-laki telah meninggal akibat bunuh diri karena merasa tertekan akibat sikap kolot dan keras kepala Virus yang tidak mau mendengarkan keinginan orang lain. Virus juga mempunyai dua anak perempuan, Pia dan Mona. Rancho menyukai Pia. Sebelumnya Pia akan menikah dengan seorang laki-laki yang selalu menyebut harga barang yang dimiliki. Namun Rancho menyadarkan Pia untuk mengikuti kata hatinya. Rancho juga membantu Mona saat akan melahirkan. Bantuan Rancho mendapat simpati dari Virus.

Di kampus mereka terdapat seorang mahasiswa yang selalu ingin menjadi nomor satu di kampus. Mahasiswa itu bernama Chatur. Chatur sangat menyebalkan dan selalu berusaha menjelek-jelekkan Rancho, Farhan, dan Raju. Suatu hari Chatur dipermalukan Rancho di depan Virus dan teman-teman sekampusnya. Alhasil, Chatur menantang tak cuma Rancho tapi juga Farhan dan Raju bahwa sepuluh tahun ke depan, ia akan lebih sukses dibanding mereka.

Rancho sebagai tokoh sentral di film ini membuktikan bahwa mahasiswa bandel bukan berarti tidak pintar. Ia yang sempat menjadi kemarahan rektor berhasil menjadi mahasiswa terbaik saat lulus. Setelah lulus, Rancho menghilang.

Sepuluh tahun kemudian, Chatur memang lebih sukses dari Raju dan Farhan. Hanya saja tidak ada yang mengetahui nasib Rancho. Chatur, Raju dan Farhan pun mencari keberadaan Rancho yang dianggap sebagai mahasiswa luar biasa di kampus.

Dalam pencarian Rancho tersebut, Farhan, Raju, Pia dan juga Chatur menemukan begitu banyak hal yang tidak mereka ketahui sebelumnya tentang Rancho yaitu tentang siapa Rancho sebenarnya, darimana asal usul Rancho dan kenapa Rancho menghilang segera setelah wisuda kelulusan. Semua terjawab sudah ketika mereka akhirnya menemukan Rancho. Mereka mendapati bahwa Rancho yang selama ini mereka kenal adalah seorang joki untuk mendapatkan ijazah bagi seorang yang bernama Ranchoddas. Rancho sebenarnya hanya anak seorang sopir yang meninggal saat masih bekerja pada ayah Ranchoddas. Saat mereka bertemu Rancho, Rancho telah menjadi seorang ilmuwan terkenal dan juga mengajar anak-anak kecil. Pada akhirnya ketiga sahabat itu berkumpul kembali.

PEMBAHASAN

Dalam film ini terdapat beberapa ciri-ciri dari early adulthood. Kami bisa melihat ini pada masa early adulthood karena film ini merupakan cerita mengenai masa perkuliahan dimana memiliki rentang usia 18-25 tahun. Pembahasan mengenai kehidupan sosial dewasa muda pada cerita tersebut mencakup 3 aspek, yaitu hubungan dengan peer, hubungan dengan keluarga, dan hubungan dengan orang-orang di lingkungan universitas. Dalam hubungannya dengan peer, terdapat suatu hubungan intimacy di antara mereka. Intimacy ini bisa terbentuk karena adanya consensual validation. Consensual Validation adalah suatu keadaan ketika tingkah laku dan nilai yang dimiliki oleh Rancho mirip dengan yang dimiliki oleh kedua temannya. Mereka sama-sama tidak suka dengan Viru dan Silencer. Selain itu, mereka sama-sama berani untuk melawan peraturan yang dibuat oleh Viru karena mereka tidak suka dikekang. Keadaan ini didukung terutama karena adanya tokoh Rancho yang mendukung sikap mereka. Dengan saling mendukung satu sama lain, maka intimacy mereka semakin tinggi.

Perkembangan religius dan spiritual lebih dianggap penting oleh mereka yang memasuki tahap dewasa muda. Menurut Santrock (2009), pada masa remaja, kebanyakan dari mereka mengalami penurunan minat dalam menghadiri acara-acara religius. Akan tetapi, pada dewasa muda, minat tersebut kembali meningkat. Hal ini dikarenakan mereka telah mendapatkan identitas diri dan mempunyai tujuan yang jelas dalam kehidupan religius dan spiritualnya. Begitupun dalam film ini, dapat kita lihat bahwa pada beberapa adegan terlihat mereka berdoa dan memuliakan agamanya. Hal ini wajar terjadi karena tokoh-tokoh di dalam film ini sudah memasuki perkembangan dewasa muda yang menganggap bahwa kereligiusan itu penting.

Berdasarkan teori Erikson mengenai intimacy vs isolation, seseorang dapat memiliki kedekatan khusus dengan orang lain ketika ia telah berkembang menjadi stabil dan berhasil menemukan identitas diri. Namun, ketika orang tersebut gagal melewati tahap tersebut, maka ia akan terisolasi dari lingkungan sekitarnya. Intimacy memiliki keterkaitan dengan bagaimana seseorang dapat menjalin hubungan dengan orang lain. Masalah cinta dan intimacy yang ditunjukkan melalui film ini dapat terlihat ketika Rancho(Chotte) mulai tertarik dengan Pia. Ketertarikan Rancho memperlihatkan bahwa ia menemukan seseorang yang dapat ia percaya. Menurut Santrock (2009), pada dewasa muda, seseorang akan lebih menghindari kedekatan hubungan yang romantis, tidak seperti pada remaja. Hal ini juga terlihat di dalam film yang memperlihatkan hubungan yang tidak romantis antara kedua pasangan Chotte dengan Pia.

Pada dewasa muda, perkembangan kepribadian yang terlihat dari film ini, yang sesuai dengan Life-Span Development, terdapat beberapa perubahan sebagai berikut; Identitiy exploration, especially in love and work, self-focused, dan being planful, taking responsibility for oneself. Contohnya yaitu ketika ayah dari Raju harus dibawa ke rumah sakit secepatnya. Ketika Rancho(Chotte) menerima telepon dari rumah Raju, ia langsung mendatangi rumah Raju. Seketika itu juga ia langsung memikirkan bagaimana cara membawa ayah Raju ke rumah sakit secepat mungkin. Dapat dikatakan hal tersebut mewakili taking responsibility for oneself. Saat Rancho(Chotte) menggunakan self-focused untuk melihat terdapat barang yang bisa digunakan, ia langsung membawa ayah dari Raju ke rumah sakit. Raju tiba beberapa saat setelah ayahnya sampai di rumah sakit. Ia sangat kesal kepada Rancho(Chotte) karena membawa ayahnya ke rumah sakit karena masalah keuangan. Saat Raju sedang marah, dia mendengar dokter berkata kepada Pia (mahasiswi kedokteran) bahwa apabila ayah Raju lebih lama sampai di rumah sakit dapat mempengaruhi nyawanya. Raju, Rancho, dan Farhan langsung berpelukan karena merasa lega. akhirnya mereka bertiga pun kembali kompak lagi.

Perkembangan kepribadian menurut Costa dan McCrae, Ada enam elemen yang tidak dapat terpisahkan dalam proses perkembangan kepribadian: basic tendencies, external influences, characteristic adaptation, self-concept, objective biography, dan dynamic processes. Basic tendencies atau kecenderungan-kecenderungan dasar tidak hanya meliputi tingkah laku, tetapi juga kesehatan fisik, penampilan, gender, orientasi seksual, inteligensi, dan bakat seni. Kecenderungan-kecenderungan dasar ini, yang mungkin saja diwarisi atau diperoleh, kemudian berinteraksi dengan external influences atau pengaruh-pengaruh lingkungan dan menghasilkan characteristic adaptations yaitu peran-peran dalam kehidupan sosial, sikap, minat, keahlian, aktivitas, kebiasaan, dan kepercayaan. Hal-hal ini didapatkan dengan menyesuaikan antara basic tendencies dengan external influences. Basic Tendencies yang berinteraksi dengan characteristic adaptation kemudian membentuk sebuah self-concept, yang hanya memiliki sebagian kemiripan dengan objective biography, sebuah event sebenarnya dari hidup seseorang. Dynamic processes menghubungkan kelima elemen di atas, salah satu prosesnya adalah belajar, yang memungkinkan orang untuk menyesuaikan dirinya dengan pengaruh-pengaruh lingkungannya.

Konflik Dengan Tokoh Otoritas

Dieksploitasi Ibunya Cari Duit, Arumi Bachsin Kabur ke KPA

JAKARTA (Pos Kota) – Menjadi artis terkenal dan banyak job ternyata tidak membuat Arumi Bachin bahagia. Gadis jelita yang baru berusia 15 tahun ini justru merasa tertekan, karena dieksploitasi ibunya untuk mencari uang.

Maka, Arumi pun kabur dari rumahnya, dan melapor ke Komnas Perlindungan Anak.

Menurut Aris Merdeka Sirait, Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA), aktris cantik Arumi Bachsin secara tiba-tiba mendatangi Komnas PA untuk meminta bantuan setelah terlibat konflik dengan orangtuanya dan meninggalkan rumah.

“Dia datang sendirian, sekitar pukul 10-11 malam. Dia minta pertolongan untuk sementara waktu dipisahkan dari orangtuanya, karena dia merasa tidak nyaman,” kata Aris Merdeka Sirait, Sekjen Komnas PA.

Menurut pengakuan Arumi kepada Aris, Arumi merasa terkekang dan kemerdekaannya terampas oleh orangtuanya. “Kedatangannya Komnas PA karena dia tahu tugas Komnas PA sebagai pelindung anak,” jelas Aris, seraya menambahkan untuk sementara waktu Arumi tinggal di Rumah Perlindungan Sosial Anak di Jakarta Timur.

Menurut dia, saat datang ke Komnas PA kondisi Arumi dalam keadaan sehat, meski terlihat sedikit menyimpan amarah. “Kedatangannya untuk meminta bantuan mediasi karena sudah merasa tertekan dengan orangtuanya. Namun, tidak ada kekerasan yang terjadi terhadapnya,” jelasnya.

Selain meminta perlindungan ke Komnas PA, Arumi juga meminta perlindungan ke pihak kepolisian. Kak Seto, Ketua Komnas PA, mengaku saat ini pihak Komnas PA sedang mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah antara Arumi dengan orangtuanya.

“Pihak Polres menunjuk kami untuk melakukan mediasi antara Arumi dan orangtuanya. Sekarang kami sedang berusaha melakukan mediasi dengan keluarga Arumi,” kata Kak Seto.(anggara/rf/aw)

20 Nov 2010

Kabar terkini, katanya Arumi Bachsin Kabur Lagi . gosip ini lagi ramai diperbincangan malah kasus arumi Bachsin ini membawa KPAI dan pengacara, apa penyebab kabur lagi nya arumi ? Kejadian ini untuk kedua kalinya artis tersebut kabur dari rumah. Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak , Seto Mulyad mengatakan bahwa kasus ini lebih berat dari yang pertama saat arumi bachsin kabur dan ini murni masalah internal antara anak da orangtua , arumi bachsin tertekan dan masalahnya cukup berat ujar ketua KPAI. Penyebab Arumi Bachsin Kabur Lagi. Berita Terbaru ternyata penyebabnya Kali ini adalah keinginan ibunya yang hendak menjodohkan arumi bachsin dengan seorang pria berusia 30- an tahun.karna arumi tida berani menolak akhirnya jalan yang dia tempuh adalah kabur, jadilah cerita menyeruak bahwa arumi bachsin kabur lagi , karna memang hal ini kejadian keduakali nya . Awal Cerita Arumi Bachsin Kabur Lagi. Dara 16 tahun itu diajak ke kota kudus untuk dipertemukan dengan pria pilihan sang bunda . Menurut Arumi, seperti dituturkannya kepada kepada Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI ) Hadi Supeno, dia akan dijodohi dengan pria itu inilah penyebab utama Arumi Bachsin Kabur Lagi.Arumi mengaku tidak berani menolak keinginan orangtuanya itu. Rupanya sesampai di sana, Arumi diajak berlibur ke Singapura , berdua saja dengan si pria. Sedangkan , ibunya tetap berada di Kudus .sesampainya di Singapura, si pria itu mulai melakukan hal -hal yang menjurus tidak senonoh terhadap Arumi . Lebih - lebih, karena pria itu ternyata hanya memesan satu kamar . Artinya , mereka harus tidur bersama . ternyata Arumi menghubungi pacarnya Miller ( pake sms ucapan selamat malam romantis kali ). Sang pacar pun datang untuk memastikan bahwa Arumi tidak akan diganggu. Akhirnya disepakati , si pria dari Kudus memesan dua kamar . Merasa situasi sudah cukup aman, Miller pun pergi. karena situasi sudah sama -sama tidak enak , si pria pun membatalkan rencana liburan itu dan mengajak Arumi kembali ke Jakarta , hari itu juga.Arumi tak langsung dipulangkan ke rumah orangtuanya melainkan dibawa ke hotel. Sehingga Arumi berusaha menghindar lagi untuk Arumi Bachsin Kabur Lagi . Gadis itu memutar otak , dan menemukan cara untuk melarikan diri. Kira- kira pukul 8 malam dia menyuruh si pria membeli sesuatu. Begitu pria itu pergi, Arumi pun kabur. Bak adegan dalam film, Arumi mencari pintu alternatif, terus berjalan sampai jauh sekali, sampai menjelang pagi. Setelah itu dia berhasil menghubungi KPAI untuk memperoleh perlindungan. Saat ini, KPAI menyembunyikan Arumi di tempat yang mereka rahasiakan. Pendapat Arumi Bachsin Kabur Lagi Harus dicari penyeselesainnya karna anak dan orangtua tetap satu gak bisa terpisahkan, tidak ada namanya bekas anak atau bekas orangtua, semoga kak seto selalu perantara damai bisa memberikan solusi yang terbaik, kami selaku orang luar tidak bisa berkomentar apa-apa mengenai permasalahan intern ini, semoga tidak ada cerita bagian tiga arumi bachsin kabur lagi ketiga.

PEMBAHASAN

Menurut artikel yang kami temukan di atas, dapat dijelaskan bahwa Arumi sedang mengalami adolescent rebellion. Hal ini terlihat dari konflik yang terjadi dalam hidup Arumi yang mempunyai penekanan ke konflik keluarga dan emosi-emosinya masih kacau, suka memberontak. Sikap Arumi yang seperti ini juga disebabkan oleh orang tua Arumi yang lebih mendidik mereka dengan cara pendidikan authoritarian. Orang tuanya memaksakan Arumi untuk mengikuti segala perintahnya. Pada kasus di atas contohnya sewaktu Arumi disuruh untuk mau dijodohi oleh pria lain.

Menurut Arnette (1999) dan Peterson (1993), anak remaja di budaya barat memiliki waktu-waktu yang sulit pada mereka menjalani masanya. Mereka bertemu dengan berbagai konflik dalam keluarga dan depresi. Konflik-konflik ini mengakibatkan anak remaja di Barat lebih ingin merasakan kebebasan. Arumi yang memiliki darah keturunan orang barat juga memiliki sikap yang seperti itu. Hal ini berbeda dengan kebudayaan orang timur yang harus mengikuti kebudayaan yang ada. Sikap yang selalu ingin bebas ini ternyata mempengaruhi Arumi sampai pada akhirnya ia kabur dari orang tuanya. Kasus kabur ini juga dipengaruhi oleh mood swing yang lebih intensif pada awal remaja. Mood swing ini membuat Arumi lebih berani untuk pergi dari rumah tanpa memikirkan akibat-akibat yang diperoleh setelah ia kabur dari rumah. Mood swing ini lebih mungkin terjadi karena pada masa remaja lebih sering mengalami stres yang terkait dengan pubertas.

Menurut Arnette (1999), konflik pada remaja akan semakin meningkat seiring berjalannya pertumbuhan. Pernyataan ini didukung dengan penjelasan seperti berikut, para remaja pada masanya lebih banyak memiliki konflik dalam lingkungannya. Hal ini berarti kebebasan mereka dipaksa untuk tidak keluarkan. Kondisi yang seperti ini mengakibatkan para remaja semakin mencari kebebasan untuk dirinya sendiri. Akhirnya kasus kabur dari rumah seperti Arumi pun dapat terjadi.

Pada kasus Arumi, konflik lebih banyak terjadi dengan ibu. Hal ini didukung oleh Greenberger & Chen (1996) yang mengatakan bahwa orang tua Asia dan Amerika memiliki konflik lebih sering terjadi dengan ibu daripada ayah dikarenakan rata-rata orang lebih dekat kepada ibu dibandingkan ayah. Oleh karena itu semakin dekat semakin memungkinkan untuk terjadi konflik.

Menurut Fulgni & Ecoles (1993), orang tua yang menggunakan authoritarian parenting akan membuat anak-anaknya kehilanan sosok orang tua yang lemah lembut, dan suka memberikan kasih sayang. Pada akhirnya remaja akan mencari sesosok teman atau pria yang menurutnya dapat menggantikan sosok orang tuanya. Hal ini terjadi pada Arumi, dikarenakan orang tuanya menggunakan authoritarian parenting, ia mencari sesosok pacar yang lebih tua darinya, Miller.

Menurut Shulman & Kopnis (2001), kepercayaan dan dukungan menjadi pandangan yang penting dalam hubungan romantic. Pada kasus ini, Arumi memiliki kepercayaan kepada Miller karena Miller merupakan pacarnya. Oleh karena itu ia langsung menelpon pacarnya ketika ia sedang di Singapura.

Untuk mengatasi hal ini, seharusnya orang tuanya Arumi menggunakan authoritative parenting agar ia lebih bisa mendengarkan dan menjelaskan dengan bernegosiasi dengan anaknya.

Kasus Arumi ini masih termasuk hal yang normal karena ketika kita memasuki masa remaja, frekuensi kita bertemu dengan orang tua akan lebih sedikit dan kita akan lebih memilih bersama dengan sekelompok orang yang memiliki kesamaan serta mengerti kondisi kita. (Elizabeth, 1987)

Daftar Pustaka:

Elizabeth (1987). Child Development 6th edition. New Jersey: Mc. GrawHill