Blogger Layouts
Showing posts with label SMA (Agama). Show all posts
Showing posts with label SMA (Agama). Show all posts

Friday, May 6, 2011

“Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda,” (Kej. 1:12)

MicrosoftInternetExplorer4

“Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda,” (Kej. 1:12)

Akhir-akhir ini banyak sampah tergeletak di ruas-ruas jalan raya ibu kota Jakarta. Sampah itu dibiarkan tergeletak dan akhirnya membusuk di sudut-sudut keramaian kota. Haruskah kita menyalahkan diri kita sendiri akan semua itu? Haruskah kita menyesali perbuatan-perbuatan yang baru kita sadari sebagai ketidak pedulian kita terhadap lingkungan? Apapun jawabannya tidak akan dapat mengubah kondisi yang telah terjadi. Namun dalam masalah seperti ini, banyak pelajaran yang dapat kita petik untuk kedepannya. Kita juga dapat mengingat suatu kutipan dari kitab suci yang mengatakan bahwa, “Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” (Kej. 1 : 11-12)

Dalam kutipan kitab suci diatas, secara tidak langsung kita diajarkan untuk merawat bumi ini terbebas dari sampah dan kotoran lainnya yang mengganggu keindahan bumi. Melalu kutipan itu juga kita diajarkan untuk merawat keindahan tanah bumi kita ini dan membebaskannya dari sampah yang ada di atasnya. Semua itu dilakukan untuk membuat tanah yang ada di lingkungan sekitar kita ini bukan menjadi tempat untuk tergeletaknya sampah-sampah. Melainkan tempat untuk tumbuh makhluk hidup lain yang membutuhkan tanah tersebut. Contohnya seperti tumbuhan dan hewan-hewan kecil seperti cacing. Dalam masalah seperti ini, kita juga dapat memetik beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran dikedepannya. Misalnya kita dapat memulai hari ini dengan membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan kita kedepannya dapat terbebas dari sampah dan membuat lingkungan bersih dan terawat. Kita juga dapat melakukan hal-hal positif lainnya demi lingkungan kita agar lingkungan kita terbebas dari sampah dan menjadi bersih. Sesuatu pekerjaan akan lebih cepat terasa hasilnya apabila pekerjaan tersebut dilakukan dengan cepat juga. Kalimat ini dapat menjadi acuan untuk kita untuk memulai suatu usaha untuk perubahan lingkungan kita secepat mungkin agar usaha tersebut lebih cepat terasa manfaatnya.

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, terima kasih atas penyertaanmu selama ini disamping kami sampai akhirnya kami masih dapat berada disini. Terima kasih pula kami panjatkan atas penyadaranmu ke kami sampai akhirnya kami dapat mengetahui apa yang benar dan apa yang salah mengenai lingkungan kami selama ini. Berkatilah kami ya Tuhan agar kami dapat mengatasi masalah-masalah yang telah ada mengenai lingkungan sekitar dan kami dapat menyelesaikan masalah sampah yang ada di ibu kota ini agar sampah tidak menjadi masalah yang berbahaya di tempat tinggal kami. Berkatilah ya Bapa atas semua jalan dan langkah yang kami ambil untuk mengatasi masalah sampah ini dan terangilah serta tuntun kami ke arah yang benar dalam menyelesaikan permasalahan ini. Amin.

Iman dan Agama

MicrosoftInternetExplorer4

Iman dan Agama

  1. Iman muncul lebih dahulu dari pada agama

Kelompok kami setuju dengan pernyataan tersebut. Hal ini dikarenakan, menurut kelompok kami, iman merupakan kepercayaan dari dalam diri manusia itu sendiri. Sehingga otomatis, iman muncul sewaktu manusia ada di dunia ini dan telah mengenal lingkungan sekitar.

  1. Agama muncul lebih dahulu dari pada iman

Kelompok kami tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Hal ini dikarenakan, menurut kelompok kami, agama merupakan sekelompok manusia yang memiliki iman/kepercayaan yang sama. Dengan kata lain, agama merupakan kumpulan orang beriman. Dengan begitu, tanpa adanya iman, agama tidak dapat terbentuk.

  1. Beriman sama dengan beragama

Menurut kelompok kami, pernyataan ini dapat benar dan dapat juga salah. Pertama dapat menjadi salah dikarenakan agama itu sendiri hanya merupakan suatu kelompok. Sehingga kelopok itu sendiri dapat ada dan tidak ada. Apabila kelompok yang sesuai dengan iman tersebut tidak ada, pernyataan tersebut dapat dikatakan salah. Namun apabila iman kepercayaan seseorang tidak memakan babi karena haram. Kita semua telah mengetahui bahwa kepercayaan tersebut merupakan bagian dari agama islam. Oleh karena itu, orang tersebut dapat saja masuk ke agama islam dan orang tersebut menjadi beragama.

  1. Beragama tidak sama dengan beriman

Setuju. Karena seperti yang telah dikatakan tadi, agama hanya merupakan pengelompokan-pengelompokan dari masyarakat. Sedangkan iman berasal dari dalam diri kita. Sehingga tidak dapat dikatakan bahwa beragama sama dengan beriman. Dapat saja hanya agama KTP.

  1. Beriman pasti beragama

Tidak setuju. Seperti yang telah dikatakan tadi, agama HANYA PENGELOMPOKAN. Sehingga apabila dalam pengelompokan yang sudah terjadi sampai sekarang ini dimasyarakat belum ada yang cocok pengelompokannya, orang tersebut tidak dapat masuk ke dalam suatu agama. Namun dia beriman. Oleh karena itu tidak dapat dikatakan bahwa beriman pasti beragama.

  1. Beragama pasti beriman

Tidak setuju. Penjelasannya sama seperti agama KTP. Dapat saja seseorang hanya menggunakan istilah agama agar orang tersebut tidak gengsi. Namun selepas gengsi tersebut, tidak dapat dipastikan bahwa orang tersebut beriman.

Doa Novena

Semoga hati kudus YESUS disembah, dimuliakan dan dipuja diseluruh bumi, Kini dan selama-lamanya
Yesus, kami percayakan diri kami kedalam tanganMu. Oh, hati kudus Yesus yang dipuji dan dimuliakan selamanya.
Maria yang diberkatin, Ibu Yesus dan Santo Yosef.
Doakanlah kami, arahkanlah doaku dan kabulkanlah permohonanku…

Ucapkan doa ini 6x berturut-turut selama 9 hari. Nyalakanlah sebatang lilin setiap hari di gerjeka dan tinggalkanlah selembar doa ini tiap hari. Belum pernah terdengar doa novena ini gagal.

Media Massa

MicrosoftInternetExplorer4

Sikap positif dalam menghadapi media masa

>> mencontoh hal-hal positif dari apa yang ditunjukan atau diberikan media masa tersebut.

>> Tidak terlalu terpengaruh atau terfokus terhadap media massa karena dapat menggangu aktivitas sehari-hari.

>> Dapat lebih teliti dalam memilih hal-hal yang positif maupun yang negative dari media masa.

>> Tidak mudah percaya dengan apa yang diberitakan tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dahulu.

>> Tidak terpengaruh hal-hal negative dari media masa.

Nilai yang dapat diambil dari media masa

+ (positif)

>> Memuat iklan-iklan yang dapat menginspirasi setiap orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

>> Memuat berbagai macam informasi yang sangat berguna bagi masyarakat.

>> Menambah-nambah pengetahuan.

>> Menambah-nambah pengalaman(apabila kita membaca suatu majalah mengenai pengalaman seseorang, dengan begitu kita bias juga belajar dari pengalaman tersebut).

>> Berperan dalam meningkatkan kondisi hidup manusia dan menyebarkan perdamaian serta keamanan di dunia.

- (negatif)

>> Melebih-lebihkan sesuatu sehingga menjadi tidak baik demi keuntungan pihak produsen.

>> Dapat membawa pengaruh buruk, apalagi media masa yang mengumbar-umbar aspek-aspek negatif.

>> Mencantumkan berita yang belum tentu kebenarannya.

>> Menyebarkan hal-hal yang berbau pornografi.

>> Dapat dijadikan sebagai alat pengobar perang dan menyebarkan perilaku dan kebiasaan buruk di tengah rakyat luas

>> Dapat memusnahkan identitas berbagai bangsa, dan menghidupkan semangat rasialisme.

>> Dapat membuat seseorang menjadi parno atau ketakutan sendiri apabila di suatu tempat (film horror).

Renungan Agama Luk 18:9-14

MicrosoftInternetExplorer4

Mutiara Iman :

“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Injil :

Luk 18:9-14

Contoh dalam kehidupan sehari – hari :

Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat membagi pulau kecil itu menjadi dua dan mereka tinggal berseberangan.

Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, Lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan istri, keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat lelaki ke satu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya. Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.

Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi hari mereka menemukan kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkat tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, “Hai. Mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”. ”Berkatku hanyalah milikku sendiri, hanya karena doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki pertama. “Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa,Kau salah!” suara itu membahana. “Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.” Lelaki ke satu itu bertanya, “Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?" “Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan.” Setelah mendengar hal itu, pria kedua langsung diam tak bisa berkata-kata.

Renungan :

Rendah hati. Ya, Yesus berbicara kepada kita tentang kekuatan sikap rendah hati. Yesus mengutarakan hal itu dalam kisah orang farisi dan pemungut cukai. Sekilas, orang farisi ini tampak amat sangat baik dan saleh, peduli akan sesama dan Allah. Tetapi kenyataannya, ia sombong, bahkan berani mengadili orang di luar kegiatan doanya. Mengadili orang di luar kegiatan doa tentu masih jauh lebih terhormat dibandingan mengadili orang dalam doa. Mengapa? Karena apabila di dalam doa, orang tersebut tidak dapat membela diri sama sekali. Lain halnya dengan cerita dua lelaki yang terdampar di suatu pulau. Lelaki pertama mengadili lelaki kedua di luar kegiatan doanya. Meskipun demikian, perbuatan orang farisi dan lelaki pertama tidak sebaiknya dicontoh karena keduanya memiliki sikap sombong dalam hidupnya. Mereka merasa menjadi seseorang yang paling benar dan menganggap orang yang ada disekelilingnya salah. Sedangkan seperti yang kita ketahui, gak ada manusia yang sempurna. Semuanya pasti dapat melakukan kesalahan. Apapun bentuknya.

Satu hal yang menarik dari injil Lukas dan cerita di atas, Allah selalu membela, membenarkan dan menyelamatkan siapa saja yang ditindas. Seperti pada cerita pemungut cukai, Allah justru membenarkannya. Orang semua tahu perilaku hidup pemungut cukai yang kerap kali menagih pajak dari rakyat melebihi ketentuan demi kesejahteraan hidup pribadi. Meski demikian, Allah membenarkan dia. Mengapa? Ya, karena ketika ia datang di hadirat Allah, ia sadar dan mengakui diri salah, tidak berdaya, merasa tak pantas, bahkan merasa wajar jika dihukum. Itulah sebabnya, dia didengarkan dan dibenarkan oleh Allah. Begitupun dengan cerita dua lelaki. Allah menyelamatkan lelaki kedua dengan menyadarkan lelaki pertama. Dalam cerita itu juga kita dapat menyimpulkan bahwa Allah mendengarkan doa umat yang memiliki kerendahan hati. Ia mengabulkan permohonan doa lelaki pertama karena lelaki kedua berdoa kepada Allah.

Apa artinya itu bagi kita? Sikap sombong tak hanya membutakan hati dan membuka peluang bagi terciptanya dosa-dosa lain, tetapi juga menjadi penghalang bagi kita untuk memperoleh keselamatan Allah. Sebaliknya, sikap rendah hati amat berkenan pada Tuhan karena kebajikan ini menghindarkan kita dari aneka kesalahan dan dosa lalu mencipta kemurnian dan kesucian hati.

Marilah kita merenung. Tutuplah mata Anda. Hadirkan kembali pengalaman Anda selama ini yang terasa sebagai bentuk kesombongan diri kita terhadap sekeliling kita. Tempatkanlah pengalaman Anda itu dalam terang sabda Yesus ini : “Yang meninggikan diri akan direndahkan dan merendahkan diri akan ditinggikan.” sesali semua perbuatan tersebut dan Marilah kita berdoa :

Tuhan kasihanilah dan ampunilah kami yang sombong ini. Curahkanlah Roh Kudus keatas kami agar kami bisa mengatasi kecenderungan kami yang ingin memegahkan diri terhadap sekeliling kita. Sadarkanlah kami terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi di kehidupan kami ini. Bimbinglah kami ke jalanMu ya Tuhan. Salam maria…

Dengan renungan ini, missi kita hari ini, “aku akan berusaha rendah hati dengan mendengarkan perkataan orang lain dan mengakui jerih payah mereka.”